The Last of US Review – All the things that we’ve been through,it can’t be for nothing

The-Last-of-Us

Pernahkah anda membayangkan bagaimana jika didunia ini muncul hal semacam zombie? Pasti akan kacau bukan. Ketakutan melanda dimana-mana dan kembali lagi ke hukum alam,siapa yang kuat dialah yang menang atau berkuasa. It’s all about surviving.  Nah,gamer,The Last of US,game garapan studionya Crash Bandicoot ini,Naughty Dog, membuat game yang bertemakan  survival horror post-pandemic. Kalau kalian denger kata post-pandemic,mungkin kalian akan ingat Resident Evil series ya,karena di The Last of US ini wabah yang ada juga menyebabkan manusia bertingkah seperti zombie layaknya dalam game Resident Evil,namun game ini tidaklah sepenuhnya sama kok. Di The Last of Us,kita menyebutnya Infected,karena mereka terinfeksi oleh suatu penyakit yang berakibat fatal.

The Last of Us menyajikan cerita yang,menurut saya,dalam dan melihat lingkungan yang  ada di sekitar. Di game ini,kita tidak hanya melawan para infected,namun kita juga melawan Hunters,sekelompok orang yang membuat group untuk bertahan hidup bersama dan akan meng-hunting siapa saja yang melawan mereka,bahkan mereka tidak segan segan membunuh orang lain selain dari kelompok mereka untuk mendapatkan baju atau keperluan lainnya,dan juga melihat bagaimana kisah para survivors lainnya bertahan hidup.  Game ini benar benar memberikan gambaran bagaimana kita bisa survive dari wabah tersebut. Oh iya,ada satu poin yang menarik buat saya dari cerita game The Last of Us adalah,wabah penyakit yang menyebabkan semua kejadian ini adalah dari wabah infeksi sebuah jamur yang bernama Cordyceps fungus,dan ternyata itu beneran ada (bisa dilihat disini http://en.wikipedia.org/wiki/Cordyceps)

8452129820_623de8f5d0_o

Di game ini,unsur kuat yang paling dirasakan ketika bermain adalah dialognya. entah kenapa,saya begitu terhisap dengan ceritanya. menurut saya,karena gaya narasinya lah yang membuat game ini unggul.

dialog dari The Last of Us mempunyai nilai yang membuat game ini semakin kuat. Menjadi nilai tambah untuk game ini

Dialog dari The Last of Us mempunyai nilai yang membuat game ini semakin kuat. Menjadi nilai tambah untuk game ini

Selanjutnya,combat style. Ketika kamu menyerang lawan ada dua pilihan. mau secara frontal atau diam-diam ala assasin creed? game ini ternyata membutuhkan taktik pula untuk melewati rintangannya. semua kembali pada supplies yang ada. mau melawan atau diam-diam membunuh atau melewati semuanya tanpa perlawanan dengan diam-diam? semua itu harus benar benar dipikirkan dahulu.

Stealth atau Frontal? pikirkan taktik apa yang akan digunakan dengan melihat supplies yang kamu punya

Stealth atau Frontal? pikirkan taktik apa yang akan digunakan dengan melihat supplies yang kamu punya

Kemudian,satu hal lagi yang menarik dari gameplay TLOU ini adalah item crafting. Kamu bisa membuat berbagai macam barang yang tentunya akan membantu kamu ketika melawan berbagai macam musuh. Dalam meng-crafting barang pun kamu harus benar-benar teliti,membutuhkan sebuah rencana. Kenapa membutuhkan suatu rencana? contohlah untuk membuat molotov dan medical kit,yang dibutuhkan untuk membuat kedua benda itu adalah bahan yang sama,selembar kain dan alkohol. Nah,ketika gamer sedang melawan musuh yang banyak namun healthnya setengah,apakah gamer lebih memilih untuk melemparkan molotov atau membuat medical kit,menyembuhkan diri,lalu kembali membunuh secara diam-diam? Kembali lagi semuanya membutuhkan strategi yang matang.

TLOU juga mempunyai fitur online multiplayer. Disini,kamu akan dibagi menjadi dua fraksi,Fireflies atau Hunter. Basically,mainnya sama seperti single player,dari mulai crafting item dan segala macam hal (dan mengingatkan saya kepada game Counter Strike). Sistem Clan juga dipakai dalam fitur online multiplayer ini.

652686_20130603_screen005

Kemudian,ada beberapa hal yang disayangkan dari game ini,yaitu,pada saat ketika kita sedang bersembunyi dari musuh,terkadang partner NPC kita suka keluar dari tempat persembunyian. terkadang ketika NPC tersebut terlihat musuh,maka musuh tidak akan merespon dengan menyerangnya,namun hanya membiarkannya saja seakan-akan tidak melihat,padahal seharusnya untuk membawa kesan lebih “realistis”,ketika NPC terlihat oleh musuh maka kita akan ketahuan,tidak hanya playable character saja yang bisa ketahuan namun partner NPC seharusnya juga begitu.

Verdict

TLOU adalah game yang bagus dengan beberapa unsur game yang kuat (narasi,gameplay,art,music) menjadikan game ini layak dimainkan walaupun mungkin terkesan sama seperti game layaknya Resident Evil. Namun,game ini tidaklah sepenuhnya mirip sama sekali dengan Resident Evil karena atmosfir dan beberapa fitur gameplay yang berbeda dengan game survival horror lainnya.

akhir kata,semoga review ini bermanfaat bagi para gamer,dan…..

Could you be the last of us?

sumber foto:

thelastofus.com

gamefaqs.com

google.com

2 responses to “The Last of US Review – All the things that we’ve been through,it can’t be for nothing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s